MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur) http://ejournal.unsub.ac.id/index.php/FTK <p>JURNAL ELEKTRONIK FAKULTAS TEKNIK</p> en-US jurnalmesa@gmail.com (jurnalmesa) jurnalmesa@gmail.com (jurnalmesa) Fri, 10 May 2019 00:00:00 +0000 OJS 3.1.2.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Kaji Eksperimental Gasifikasi Biomassa Reaktor Tekanan Vakum http://ejournal.unsub.ac.id/index.php/FTK/article/view/488 <p><em>Bahan bakar fosil akan habis dan meningkatkan gas CO2sebagai efek rumah kaca.Efek rumah kaca menyebabkan pemanasan global sehingga perlu menggeser teknologi tenaga ke energi terbarukan yang ramah lingkungan. Salah satu energi terbarukan adalah gasifikasi biomassa menjadi pengganti bahan bakar fosil. Saat ini, teknologi grasifikasi biomassa (downdraft gasifier danupdraft gasifier) menggunakan tekanan tinggi (aliran udara didorong) sehingga kerumitan sumplai bahan bakar biomassa ke reaktor dan memiliki resiko terjadinya ledakan[1]. Teknologi gasifikasi biomassa yang lebih mudah dan aman yaitu gasifikasi aliran searah (concurrent gasifier). Gasifikasi aliran searah menggunakan mekanisme aliran biomassa dan udara pada lubang yang samadengan cara diisap melalui tekanan rendah (tekanan vakum). Proses gasifikasi biomassa menjadi gas yang mudah terbakar (syngas) memerlukan temperatur tinggi (800 – 1000 0C)[2].Eksperimen gasifier aliran searah dilakuan dengan 2 jenis biomassa yaitu sekam padi dan temperung kelapa. Gasifier diuji menggunalan isolasi dan tanpa isolasi. Gasifier aliran searah tidak diisolasi menggunakan sekam padi menghasilkan temperatur reaktor sebesar 4330C dan biomassa temperung kelapa menghasilkan temperatur reaktor sebesar 4730C. Temperatur ini tidak memproduksi syngas dengan bukti tidak ada nyala api. Eksperimen gasifier aliran searah diisolasi 30 mm dengan biomassa sekam padi menghasilkan suhu sangat tinggi (1053 0C) dan nyala api akan tetapi mudah mati. Gasifikasi temperung kelapa reaktor diisolasi menghasil produksi syngas berupa nyala api selama 3 jam terus menerus dengan temperatur tertinggi pada reaktor sekitar 8000C. Pengujian variasi ketebalan isolasi reaktor (30 mm, 80 mm dan 130 mm) menghasilkan kemampunan menahan kalor atau penurunan temperatur berbeda-beda. Semakin tebal isolasi reaktor maka semakin kecil penurunan temperaturnya, isolasi tebal 130 mm menghasilkan penurunan temperatur 1720C, isolasi tebal 80 mm menghasilkan penurunan temperatur1980Cdan isolasi tebal 30 mm menghasilkan penurunan temperatur 301 0C. Hasil uji gasifikasi biomassa temperung kelapa pada mesin generator 2 HP berbahan bakar bensin mampu menghasilkan daya keluaran listrik sebesar 457,8 Watt.</em></p> Novandri Tri Setioputro, Muhtar Kosim Copyright (c) 2019 JURNAL MESA http://ejournal.unsub.ac.id/index.php/FTK/article/view/488 Mon, 29 Jul 2019 08:16:37 +0000 Perancangan Sistem Pendingin Pada Gasifikasi Biomassa Reaktor Aliran Searah Untuk Pengganti Bahan Bakar Bensin Mesin Generator 2 kVA http://ejournal.unsub.ac.id/index.php/FTK/article/view/493 <p>Sejalan perkembangan jaman dan pertumbuhan penduduk, kebutuhan listrik di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Banyak pembangkit listrik di Indonesia masih mengandalkan bahan bakar fosil, hal itu berbanding terbalik dengan jumlah bahan bakar fosil yang ketersediannya semakin berkurang dan tidak dapat diperbaharui. Gasifikasi biomassa adalah salah satu teknologi yang dapat digunakan untuk menggantikan bahan bakar fosil, selain karena ramah lingkungan, di Indonesia bahan utama untuk gasifikasi biomassa ini banyak dijumpai dalam bentuk limbah pertanian berupa sekam, jerami, tempurung kelapa dan lain-lain.Gas produk hasil gasifikasi biomassa memiliki suhu yang tinggi, agar tidak merusak komponen-komponen dalam mesin generator yang tidak tahan panas perlu dilakukan perancangan alat sistem pendingin untuk menurunkan suhu gas produk agar dapat digunakan sebagai pengganti bahan bakar bensin pada mesin generator. Perancangan sistem pendingin ini menggunakan metode konveksi bebas, bahan yang digunakan dalam perancangan ini pipa tembaga dan aluminium dengan diameter luar 1 inch, tebal 1,27 milimeter dan panjang 5,8 meter. Pada hasil akhir perancangan didapat laju perpindahan kalor sebesar 4597,5 Watt, dengan total kebutuhan panjang pipa untuk kedua bahan adalah 9,86 meter.</p> Novandri Tri Setioputro; Ayudi Setiawan; Muhtar Kosim Copyright (c) 2019 JURNAL MESA http://ejournal.unsub.ac.id/index.php/FTK/article/view/493 Thu, 15 Aug 2019 00:00:00 +0000