PENGARUH WAKTU PENYIANGAN DAN TAKARAN KOMPOS BIOCHAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG PUTIHÂ (Allium sativum L) LOKAL EBAN
DOI:
https://doi.org/10.35569/q20xhv94Abstract
Bawang putih (Allium sativum L.) merupakan salah satu komoditas lokal unggulan pertanian di Kabupaten Timor Tengah Utara, yang digunakan sebagai penyedap rasa dan sebagai obat-obatan. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Fakultas Pertanian, Sains, Dan Kesehatan Unimor (Faperta Unimor) Kabupaten Timor Tengah Utara, pada bulan Desembser sampai Maret 2024. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah penyiangan (P) yang terdiri dari 3 aras: P0 tanpa disiangi, P1 penyiangan (4 MST), P2 penyiangan (6 MST) dan faktor kedua takaran pupuk kompos biochar (B) yang terdiri dari 3 aras: B0 tanah (12kg), B1 tanah (6kg) : biochar (6kg), B2 tanah (4kg) : kompos biochar (8kg). Sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan yaitu: Yang diulangi sebanyak 3 kali sehingga terdapat 27 unit percobaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk bagaimana interaksi antara penyiangan dan takaran pupuk kompos biochar terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang putih (Allium sativum L) lokal Eban. Pada penelitian ini terjadi interaksi antara perlakuan waktu penyiangan dan pemberian takaran pupuk kompos biochar terhadap parameter pengamatan pH tanah sebelum tanam, tinggi tanaman pada 6 MST dan jumlah daun pada 4 MST.Pada perlakuan waktu penyiangan (6 MST) berpengaruh pada tanaman bawang putih lokal Eban dengan memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, diameter umbi, berat umbi pertanaman, jumlah siuang, berat ekonomi dan indeks panen dan pada perlakuan takaran pupuk kompos biochar B2 (80%) berpengaruh pada tanaman bawang puth lokal Eban dengan memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, volume akar, jumlah siuang, berat ekonomi dan indeks panen.