Kolaborasi Pentahelix dalam Pengembangan Desa Wisata Pasanggrahan Kecamatan Kasomalang Kabupaten Subang
DOI:
https://doi.org/10.37950/wpaj.v7i1.2359Keywords:
Kolaborasi Pentahelix, Desa WisataAbstract
Abstrak
Desa Wisata Pasanggrahan sudah berjalan selama kurang lebih 5 tahun, namun masih terjadi kurangnya kurangnya komunikasi Pokdarwis dengan Pemerintah Desa yang kemudian menjadi latar belakang penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kolaborasi pentahelix yang dilakukan oleh Pemerintah, Akademisi, Komunitas, Pebisnis, Media dalam pengembangan desa wisata di Desa Pasanggrahan Kecamatan Kasomalang Kabupaten Subang. Penelitian ini menggunakan model collaborative governance menurut Ansell dan Gash (2007:550) yang terdiri dari dimensi kondisi awal, desain kelembagaan, kepemimpinan fasilitatif, dan proses kolaborasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kolaborasi pentahelix dalam pengembangan desa wisata di Desa Pasanggrahan Kecamatan Kasomalang Kabupaten Subang belum optimal. Hal ini terlihat dari dimensi yang ketiga adalah desain kelembagaan yang mengacu pada indikator partisipasi, forum terbatas, dan transparansi. Selanjutnya pada dimensi keempat proses kolaborasi yang mengacu pada indikator dialog atap muka, membangun kepercayaan, dan berbagi pemahaman. Olch karena itu, hasil dari penelitian ini dapat di jadikan referensi dan rekomendasi untuk mendukung kelancaran Kolaborasi Pentahelix Dalam Pengembangan Desa Wisata Pasanggrahan Kecamatan Kasomalang Kabupaten Subang.
Kata kunci: Kolaborasi Pentahelix, Desa Wisata
Â
Â
Abstract
Pasanggrahan Tourism Village has been running for approximately 5 years, but there is still a lack of communication between Pokdarwis and the Village Government which then becomes the background of this research. This research aims to describe the pentahelix collaboration carried out by the Government, Academics, Community, Businessmen, Media in the development of tourist villages in Pasanggrahan Village, Kasomalang Sub-district, Subang Regency. This research uses the collaborative governance model according to Ansell and Gash (2007: 550) which consists of the dimensions of initial conditions, institutional design, facilitative leadership, and collaboration processes. This research uses a qualitative method. Data collection was done by observation, interview, and documentation. The data used in this research are primary data and secondary data. The results of this study indicate that pentahelix collaboration in the development of tourist villages in Pasanggrahan Village, Kasomalang Subdistrict, Subang Regency has not been optimal. This can be seen from the third dimension, institutional design, which refers to indicators of participation, limited forums, and transparency. Furthermore, in the fourth dimension, the collaboration process refers to indicators of face-to-face dialog, building trust, and sharing understanding. Therefore, the results of this study can be used as references and recommendations to support the smooth running of Pentahelix Collaboration in the Development of Pasanggrahan Tourism Village, Kasomalang District, Subang Regency.
Keywords: Pentahelix Collaboration, Tourism Village
References
Dr. Duadji Noverman, Dr. TResiana Novita, Faedulloh Dodi, M.Si. 2019. Ilmu Administrasi Publik. Lampung: Graha Ilmu
Dr. Supardi Bambang, SE., MM, Dr. Roedjinandari Nanny, SSTPar., MM. 2017. Perencanaan dan Pengembangan Destinasi Pariwisata. Malang: Universitas Negri Malang
Hadiwijoyo, Suryo Sakti. 2012. Perencanaan Pariwisata Pedesaan BerbasisMasyarakat Sebuah Pendekatan Konsep. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Moleong, J Lexy. 2014. Metodologi Penelitian Kualitatif.Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Rahayu, Amy YS dan Vishnu Juwono. 2019. Birokrasi & Governance Teori,
Konsep, dan Aplikasinya. Depok: PT Raja Grafindo Persada.
Rahayu, Amy YS, Vishnu Juwono, Krisna Puji Rahmayanti, 2020. Pelayanan
Publik dan E-Government: Sebuah Teori dan Konsep. Depok: Rajawali
Pers.
Sudajana Made, Koerniawaty Titing Francisca, Nariani Komang Ni, Pribadi Syakri Firman, Astina Arya Made, Purna Wati Oka Ida Ayu,Susanti Herny Putu, Arianto Herry Paulus, Madjid Rahmawati, Efendi Nur Moch, Sri Widari Diyah Dewa Ayu. 2022. PENGEMBANGAN DAN PENGELOLAAN PARIWISATA DI INDONESIA. CV. Intelektual Manifes Media
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sumarno, A. 2012. Pengembangan Pariwisata. Bandung: Gramedia Pustaka Utama
Tjiptono, Fandy. 2008. Strategi Pemasaran. Yogyakarta: Andi
Wardiyanto. 2011. Perencanaan Pengembangan Pariwisata. Bandung: Lubuk Gaung.
Ardiansyah Fikky, Pradana Wahyu Galih. Kolaborasi model pentahelix dalam upaya penanganan bencana wabah covid-19 di kabupaten bojonegoro. Vol.9, No.4
E. Maturbongs Edoardus, L. Lekatompessy Ransta. Kolaborasi Pentahelix dalam Pengembangan PAriwisata Berbasis Kearifan Lokakl di Kabupaten Merauke. Vol.3, No. 1
Kagungan Dian, Duadji Noverman, Meutia Fitri Intan. Kolaborasi Model Pentahelix Dalam Kebijakan Pengenmbangan Industri Pariwisata di Kabupaten Pasawaran. Vol 3, No. 1.
Pasaribu Putri Lina, Apsari Cipta Nurlina, Sulastri Sri. Kolaborasi Pentahelix Dalam Penanganan Pasca Bencana Gempa Bumi. Vol.13, No.1.
Rahu Dani Philianto. KOLABORASI MODEL PENTAHELIX DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA SEI GOHONG KECAMTAN BUKIT BATU KOTA PALANG KARAYA.
Undang-undang No.10 tahun 2009 tentang kepariwisataan
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Sofyan Nugraha, Luki Natika, Silvi Aulia, Didi Rosidi, Tony Pathony

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


