Pengaruh Konsentrasi KNO3 dan Waktu Penyimpanan Terhadap Daya Tumbuh Benih Padi Sawah (Oriza sativa L) Kultivar Ciherang.
DOI:
https://doi.org/10.35569/wqdjq571Abstract
Padi adalah salah satu tanaman budidaya terpenting dalam peradaban. Produksi padi dunia menempati urutan ketiga dari semua serealia, setelah jagung dan gandum. di Indonesia kebutuhan beras terus meningkat setiap tahunnya seiring dengan peningkatan jumlah penduduk, sementara kendala yang dihadapi petani dalam berproduksi semakin beragam. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi padi dalam rangka ketahanan pangan nasional adalah dengan mengembangkan padi Kultivar unggul bersertifikat, Sertifikasi benih telah diterapkan sebagai salah satu mekanisme pengendalian mutu eksternal, untuk melindungi konsumen dalam memperoleh benih yang baik dan untuk membantu produsen dalam membangun kepercayaan konsumen terhadap mutu benih yang dihasilkan. di Indonesia benih padi bersetifikat baru mencapai sekitar 25% dari kebutuhan total, dari sekian banyak kendala dalam produksi benih padi bersertifikat, diantaranya berkaitan dangan dormansi benih, salah satu upaya untuk memecahkan dormansi benih yaitu dengan perlakuan KNO3 dan penyimpanan benih. Percobaan ini bertujuan untuk mempelajari Pengaruh Konsentrasi KNO3 dan Lama Penyimpanan terhadap daya tumbuh benih padi sawah (Oriza sativa L) Kultivar Ciherang. Percobaan ini dilakukan di Labolatorium Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Kecamatan Subang Kabupaten Subang. dengan menggunakan Metoda Uji kertas digulung (UKD). Percobaan ini dilakukan dari tanggal 3 Oktober 2011 sampai dengan tanggal 28 November 2011. Rancangan percobaan yang digunakan ialah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama yaitu KNO3 dan faktor kedua lama penyimpanan. Hasil percobaan menunjukan bahwa Perlakuan lama penyimpanan benih padi Kultivar ciherang lebih dari 30 hari selalu memberikan respon yang tinggi terhadap variabel-variabel daya tumbuh benih. Hal tersebut diduga karena masa dormansi benih padi Kultivar ciherang telah patah pada kurun waktu tersebut, dengan demikian benih Padi Sawah Kultivar Ciherang tidak memerlukan perlakuan pematahan dormansi. Percobaan ini juga menunjukan bahwa efisiensi perlakuan pematahan dormansi terjadi pada saat lama penyimpanan 10 hari dengan pemberian KNO3 0,5 %, hasil percobaan menunjukan daya berkecambah Padi Sawah Kultivar Ciherang lebih dari 85% dengan intensitas dormansi kurang dari 10 %.